Page 1
Standard

Delay Flight yang Menyebalkan

Dalam pengalaman saya, pesawat terbang dengan tari murah namun cukup jarang terlambat adalah Sriwijaya Air.

Pesawat yang ping sering terlambat adalah Lion dan Citilink. Karena itu jujur saya lebih sering menghindari flight dengan kedua pesawat ini. Terutama untuk penerbangan sore atau malam hari.

Sejauh pengalaman saya, kalau masih antara jam 6 – 11 pagi, penerbangan masih didominasi on time, tetapi kalau flight sudah jam 15 ke atas, sudah amat.sangat.sering.terlambat terutama kedua maskapai.

Saat ini pilihan utama saya adalah Sriwijaya kemudian Batik kemudian Citilink dan terakhir Lion. Of course saya tidak masukkan Garuda karena layanan premiumnya sudah sangat berbeda dengan tarip yang juga jauh berbeda.

Jadi saran saya, pertimbangkan baik2 pilihan pesawat Anda terutama jika anda memiliki.jadwal yang ketat agar tidak menjadi masalah.

Standard

Memahami Pelemahan Rupiah (Secara Benar)

RESHARED.: Original by Alvin Ulido – Aug 25, 2015

Oke, jadi kemarin sore kurs Rupiah terhadap Dollar AS untuk pertama kalinya tutup di atas 14.000. Seperti biasa, banyak orang yang tidak mengerti dasar-dasar ilmu ekonomi mulai bicara seolah-olah tahu apa duduk perkara pelemahan Rupiah.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita semua: mengapa bisa kurs Dollar AS (selanjutnya USD) terhadap Rupiah (selanjutnya IDR) mencapai 14.000? Salah siapakah sehingga Rupiah bisa loyo? Apa yang akan terjadi?

Dan seperti biasa, setelah kita bertanya-tanya, pemerintah menjadi pihak pertama yang langsung disalahkan atas pelemahan Rupiah (ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar). Kemudian reaksi berikutnya beragam: pesimis terhadap nasib ekonomi Indonesia, atau mulai menuduh pasar bebas, investor asing, bahkan mungkin orang Yahudi, Freemason, dan Illuminati. Lalu kemudian muncul reaksi anti-asing (asing aseng), atau reaksi lainnya yang jelas-jelas bertentangan dengan logika dasar ekonomi.

Dengan demikian, sebelum penulis mencoba menjelaskan lebih lanjut tentang pelemahan Rupiah, kita harus mengkritisi pemikiran dasar dari kebanyakan kita: bahwa Rupiah yang lebih kuat adalah selalu baik, dan Rupiah yang lebih lemah adalah selalu jelek. Apakah benar demikian? (Penulis akan bahas masalah ini belakangan, jadi baca dulu lebih lanjut :))

Continue Reading →

Standard

Susahnya berurusan dengan Mimosa

Sejak 2 Maret 2015 kemarin, kami memutuskan untuk memasang MIMOSA di kantor Surabaya. Sayangnya perangkat seharga 15 jt per unit ini tidak semudah yang kami bayangkan sewaktu pemasangan. Ada saja masalah yang muncul. Bahkan sampai hari ini, berjalan 2 minggu sejak pertama kali kami mulai memasang, masih saja ada hal yang sampai saat ini kami belum merasa yakin bahwa masalah itu sudah solved atau belum.

Masalah pertama kali waktu kami memasang adalah begitu kami tempel MIMOSA ke tiang antena, langsung ping nya putus nyambung. Kalau dilepas dari tiang, dia langsung normal. Setelah itu, kami mencoba memberikan isolator berupa karet ban agar Mimosa tidak menempel tiang. Masalah selesai sampai hujan tiba. Begitu hujan tiba, karet basah, maka masalah putus-putus itu terjadi lagi. Continue Reading →