BUKAN SEKEDAR ATRIBUT

​*KRISTEN  BUKANLAH   SEBATAS  ATRIBUT*

Oleh Romo Yos’Ivo, OFMCap, Desember 2016

Kristen adalah agama yang mengutamakan penghayatan iman dan bukan penonjolan atribut. Kristen sejati terpancar dari cara hidup umatnya baik lewat perkataan dan perbuatan. Jadi bukanlah sekedar assesori. Kristen tidak perlu ditakuti karena kami bukanlah mengedepankan kekerasan namun cinta kasih. Kami, Kristen bukanlah mau mempertontonkan suatu pertunjukkan yang heboh. Ibadah kami adalah ibadah yang agung yang terarah kepada Tuhan. Kami tidak menuntut penghormatan dan pujian, melainkan hanya pengakuan bahwa agama kami adalah agama yang diakui di negara ini.

Seandainya pun mulut kami dibungkam untuk tidak merayakan natal tetapi hati kami telah bergelora menyambut Dia yang lahir. Seadainya pun ribuan bahkan jutaan kesulitan dan tantangan bagi kami untuk merayakan natal, itu tidak menjadi masalah berarti karena natal itu berjalan sepanjang hidup kami. Natal bagi kami adalah perayaan kehidupan di mana Kristus hadir dalam hidup manusia (Immanuel) sepanjang hidup. Natal bagi kami adalah ibadah hati dan bukan pertunjukan.  Seandainya kami sangat berharap adanya ucapan selamat natal tentu kami akan kecewa, tetapi kami tidak tergantung ada tidaknya orang mengucapkan selamat natal. Kami tidak menuntut penghormatan dan pujian. Kami hanya mau beribadah dengan hikmat. Bahkan dua tiga orang pun kami berkumpul ibadah akan tetap jalan karena Tuhan juga hadir di situ. 
Kristen, sekali lagi bukan mau mempertontonkan suatu atribut karena itu hanya hiasan rohani. Maka, kami heran, kog atribut diributkan. Yang paling utama ialah hati kami. Hati kami adalah atribut yang paling utama. Di sana semangat iman. Hati yang tidak akan pernah diam melambungkan kidung rohani dan doa pujian. Kami tetap semangat bahkan lebih semangat lagi bila tidak ada orang yang mengucapkan selamat natal dan atribut itu dilarang.  Kami hanya ingin merayakan ibadah kami dengan tenang dan penuh damai. Keagungan natal bukanlah karena banyaknya orang mengucapkan natal, bukan juga karena megahnya atribut dan assesori, melainkan karena Dia masih sudi datang di tengah dunia yang semakin sulit,  negara kita sedang menghadapi ujian baik relasi di tingkatan masyarakat maupun relasi antar umat beragama yang jatuh bangun.

(Rm.Yos’Ivo, OFMCap)

Leave a Reply