Page 1
Standard

Memahami Pelemahan Rupiah (Secara Benar)

RESHARED.: Original by Alvin Ulido – Aug 25, 2015

Oke, jadi kemarin sore kurs Rupiah terhadap Dollar AS untuk pertama kalinya tutup di atas 14.000. Seperti biasa, banyak orang yang tidak mengerti dasar-dasar ilmu ekonomi mulai bicara seolah-olah tahu apa duduk perkara pelemahan Rupiah.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita semua: mengapa bisa kurs Dollar AS (selanjutnya USD) terhadap Rupiah (selanjutnya IDR) mencapai 14.000? Salah siapakah sehingga Rupiah bisa loyo? Apa yang akan terjadi?

Dan seperti biasa, setelah kita bertanya-tanya, pemerintah menjadi pihak pertama yang langsung disalahkan atas pelemahan Rupiah (ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar). Kemudian reaksi berikutnya beragam: pesimis terhadap nasib ekonomi Indonesia, atau mulai menuduh pasar bebas, investor asing, bahkan mungkin orang Yahudi, Freemason, dan Illuminati. Lalu kemudian muncul reaksi anti-asing (asing aseng), atau reaksi lainnya yang jelas-jelas bertentangan dengan logika dasar ekonomi.

Dengan demikian, sebelum penulis mencoba menjelaskan lebih lanjut tentang pelemahan Rupiah, kita harus mengkritisi pemikiran dasar dari kebanyakan kita: bahwa Rupiah yang lebih kuat adalah selalu baik, dan Rupiah yang lebih lemah adalah selalu jelek. Apakah benar demikian? (Penulis akan bahas masalah ini belakangan, jadi baca dulu lebih lanjut :))

Continue Reading →

Standard

Susahnya berurusan dengan Mimosa

Sejak 2 Maret 2015 kemarin, kami memutuskan untuk memasang MIMOSA di kantor Surabaya. Sayangnya perangkat seharga 15 jt per unit ini tidak semudah yang kami bayangkan sewaktu pemasangan. Ada saja masalah yang muncul. Bahkan sampai hari ini, berjalan 2 minggu sejak pertama kali kami mulai memasang, masih saja ada hal yang sampai saat ini kami belum merasa yakin bahwa masalah itu sudah solved atau belum.

Masalah pertama kali waktu kami memasang adalah begitu kami tempel MIMOSA ke tiang antena, langsung ping nya putus nyambung. Kalau dilepas dari tiang, dia langsung normal. Setelah itu, kami mencoba memberikan isolator berupa karet ban agar Mimosa tidak menempel tiang. Masalah selesai sampai hujan tiba. Begitu hujan tiba, karet basah, maka masalah putus-putus itu terjadi lagi. Continue Reading →

Standard

Bekerja itu Menyenangkan, Asal….

Banyak orang berkata “Kerja itu capek”. Tapi menurut saya, bekerja itu bisa jadi menyenangkan. Apalagi kalau kita bekerja dibidang yang kita suka, dan ditempat yang memungkinkan kita untuk berkembang.

Kebanyakan orang merasa malas bekerja karena mereka merasa tidak bisa berkembang atau merasa tidak pas dengan bidang yang mereka jalani. Mereka umumnya bekerja ‘asal’ bekerja, atau kebetulan mendapat pekerjaan itu karena satu dan lain hal dan merasa ‘enak karena bulan madu’. Masalahnya, setelah masa bulan madu itu lewat, maka yang tersisa adalah ‘kerja itu capek’.

Continue Reading →

Standard

Bekerja dengan Ketulusan

Secara kebetulan saya menonton acara Mario Teguh di MetroTV semalam. Dalam salah satu topik yang dibahas adalah mengenai bekerja. Kenapa kita suka sekali berkeluh kesah mengenai pekerjaan kita, merasa gagal padahal sudah berusaha mati-matian. Apa yang salah dan apa yang kira-kira menjadi dasar keluhan-keluhan itu?

Dalam pembahasannya, disebutkan banyak sekali diantara kita ini yang bekerja berdasarkan gengsi. Kalau lulusan S1, maka gaji minimal adalah 3jt rupiah. Kalau lulusan S2, minimal 15jt. Kalau jadi pegawai, minimal UMR+bonus, dll. Kurang dari angka itu, no way! Kita akan menolak bekerja dan memilih menjadi pengangguran.

Continue Reading →

Standard

Smartphone itu Bukan Bodophone

Banyak diantara kita sekarang sudah menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi sehari-hari. Ada yang menggunakan Android, Blackberry, maupun Iphone dan sejenisnya. Namun sadarkah kita bahwa banyak diantara mereka masih menggunakan smartphone sebatas handphone biasa dan tidak menggunakan level smart-nya?

Continue Reading →

Standard

Hai!

Selamat datang di rahwana.id

Nama saya Ayom Rahwana, dan saya cinta Indonesia, karena itu saya memilih untuk memiliki domain rahwana.id. Bagaimana dengan anda?