Tak ada pasangan yang Sempurna

Kalau kita memperhatikan dan membaca kita suci, maka kita akan melihat bahwa ayat kitab Suci itu manis, indah, terasa gampang dan sederhana apalagi kalau cuma untuk dihafalkan, atau hanya untuk diomongkan. Tetapi kalau firman Tuhan itu harus ditelan, dicerna, dan kita masukkan dalam hati, maka kata-kata itu akan terasa PAHIT.

Dalam iman katolik, inti dari semua ajaran di kitab suci itu adalah KASIH, dan dalam mengasihi itu, inti dari ramuan terbesarnya adalah BERKORBAN dan kesetiaan sampai yang pahit-pahit. Untuk dapat mencintai dengan sungguh-sungguh, maka kita akan dituntut untuk sebuah persembahan yang hidup, yaitu pemberian diri, tubuh, jiwa, dan roh.

Jika kita tidak siap dengan kasih, maka yang muncul dari diri kita adalah EGO dan ketegaran hati. Disitulah muncul perceraian dalam rumah tangga. Untuk itu, kita perlu menyadari bahwa pegangan kita dalam pernikahan hanya ada 2 yaitu Komunikasi dan Pengampunan/Pemaafan. Jika sudah tidak ada maaf dalam pernikahan dari masing-masing pihak, disitulah kita akan terpeleset dalam menjaga pernikahan kita dan pernikahan kita akan diambang kehancuran.